Breaking News

Samsat Kalianda Amankan Oknum Kepsek Yang Berusaha Perpanjang Surat Kendaraan Bodong

Hanggumpost.com, KALIANDA - Untuk kesekian kalinya, Samsat Kalianda, Lampung Selatan, menemukan pemilik kendaraan roda 2 (Sepeda motor) diduga bodong, berusaha mengurus pajak dan memperpanjang Surat Tanda  Nomor Kendaraannya.

Beruntung, dengan kesigapan dan kecermatan petugas bagian cek fisik, usaha licik Fahrul Ulum (42), pemilik sepeda motor merk Honda Mega Pro, lansiran Tahun 2008, warna hitam dengan plat nomor BE 6353 EO, warga Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, Lamsel berhasil digagalkan. 


"Rekan-rekan media, pagi ini, untuk kesekian kalinya kita berhasil mengungkap modus yang sama dengan kejadian beberapa waktu yang lalu. Saat dilakukan pengecekan, petugas kita menemukan nomor rangka dan nomor mesin yang berbeda dengan aslinya. Ada indikasi motor ini tidak jelas, dalam artian bodong, karena sudah didalami oleh Baur cek fisik, nomor mesin dan nomor rangka berbeda dengan arsip awal yang ada pada kami," ujar AKP. Rafli Yusuf Nugraha, mendampingi Kapolres Lamsel, AKBP. Muhamad Syarhan, saat wawancara dengan wartawan di halaman Kantor Samsat Kalianda, rabu (07/02/18).


Rafli mengaku, ini adalah temuan yang ke 5 kalinya sejak dilaksanakannya program pemutihan pajak, akhir tahun 2017, dan pertama kalinya di tahun 2018.


"Ini yang pertama kalinya ditahun 2018, yang ke 5 sejak pemutihan, nantinya akan dilakukan pengembangan lebih lanjut sesuai dengan arahan Bapak Kapolres, kita akan kejar sampai kepihak penjualnya," tambahnya.


Rafli menghimbau, agar masyarakat Lampung Selatan khususnya Kalianda, tidak tergiur dengan membeli kendaraan dengan harga murah atau dibawah harga pasaran, dan berharap masyarakat bisa tertib berlalu lintas.

"Masyarakat jangan mau membeli kendaraan yang tidak jelas keadaannya. Bagi masyarakat yang ragu bila akan membeli kendaraan, melalui Baur Cek Fisik silahkan datang kesini tanpa dipungut biaya, kami akan bantu," pungkasnya.

Sementara itu, Fahrul Ulum, yang juga menjabat Kepala Sekolah SMA Maaruf 1 Sukatani,  mengaku, dirinya sama sekali tidak mengetahui bahwa kendaraan yang dibelinya 10 tahun lalu terindikasi sebagai kendaraan bodong, karena selama ini lancar-lancar saja membayar pajak kendaraannya, dirinya tidak pernah melakukan pengecekan tentang keaslian surat-suratnya.

"Saya yang pertama beli dari dealer sejak 10 tahun lalu. Saya juga tidak tahu, karena motor ini memang dipakai untuk sekolahan dan dipakai sama TU dan anak buah saya," tukasnya.

Saat ini, kendaraan berikut pemiliknya  sudah diserahkan kepada Sat Reskrim Polres Lamsel, untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut (ujg)

Keterangan foto : Kasat Lantas Polres Lamsel, AKP. Rafli Yusuf Nugraha, sedang memperlihatkan dokumen-dokumen kelengkapan sepeda motor yang diduga bodong, di halaman Samsat Kalianda

Tidak ada komentar