Breaking News

Soal Randis Mesum, Bikin Kabag Lapor Polisi

Hanggumpost.com, KALIANDA - Merasa menjadi korban pemberitaan tak benar (Hoax), Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Delfarizy, melaporkan oknum wartawan media Online ke Polres Lampung Selatan, pagi tadi, Jum'at (09/03/18).


“Ya, hari ini kami (Bagian Perlengkap-red) secara resmi telah melaporkan AS, oknum wartawan  Media Online Fajarsumatera. co.id, ke Sat Reskrim Polres Lamsel, dengan Surat Laporan No.B-320/III/2018/SPKT, atas tuduhan pencemaran nama baik di Media Sosial,” ungkap Izy panggilan akrabnya, saat menggelar jumpa pers di Ruangan Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekobang), hari yang sama, jum'at (09/03/18).


Dijelaskan Izy, pemberitaan di Media Fajarsumatera co.id pada hari Jumat (09/03/18) dengan judul “Mobil Dinas Pemkab Lamsel dibuat pakai Mesum” tidak menjelaskan hari dan tanggal berapa kejadian tersebut berlangsung, serta tidak diaertai bukti-bukti pendukung lainnya. Dimana berita yang dituduhkan itu, padahal mobil dinas dengan Plat BE 1032 DZ jenis Daihatsu Terios warna hitam tersebut saat ini berada di bagian perlengkapan karena sedang dalam kondisi rusak dan akan diperbaiki.


“Mobil Dinas itu, sejak diserahkan pada kami, Selasa (27/02/18) terparkir dikantor Pemkab Lamsel,dan tidak pernah dibawa atau dipakai keluar dari sini hingga saat ini. Kunci kontak mobil tersebut ada pada Kasubbag Penata Usaha Aset bagian perlengkapan, dalam laci kerja dan terkunci rapat,” ungkap Izy dihadapan wartawan yang mewawancarainya.


Ditambahkan Izy, ketika berita yang dimuat di akun Facebook pribadi AS tadi pagi, jelas sudah menyebarkan berita bohong, karena mobil itu dalam kondisi terparkir dan tidak ada yang memakainya.


“Oleh karena itu, kami berharap kepada aparat kepolisian dapat segera memproses laporan yang kami sampaikan itu. Sebab, kami telah merasa dicemarkan dan rugikan,” tukasnya.


Dilain pihak, Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Mulyadi Saleh, angkat bicara terkait persoalan ini.Mulyadi menilai, pemberitaan tersebut jelas telah menyebarkan berita bohong dan fitnah.


"Bila anda benar, wajib tegakkan kebenaran. Proses ini, lakukan tindakan hukum. Masalah siapa nanti yang benar, kita ikuti proses hukum itu. Berita yang dituang disitu sudah memvonis, tidak ada kata menduga disitu, saya liat tidak ada, langsung vonis dengan kata mesum," ujar Mulyadi dengan geram.


Untuk itu, Mulyadi menyerahkan semua itu pada proses hukum, yang akan mengungkap siapa yang salah dan siapa yang benar (ujg).


Tidak ada komentar